Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Drive My Red Saab Car

Gambar
Adegan mobil Saab berwarna merah menderau membelah jalanan lengang Jepang. Visual kontras yang mengingatkan kita pada film Drive My Car mahakarya peraih Best International Features Film di Oscar tahun 2022.  Naskah Jenius "Drive My Car" Film diadaptasi dari novel karya maestro Haruki Murakami berjudul " Men Without Women ".  Menyatukan tiga cerita pendek terpisah  - Drive My Car, Scheherazade, Kino -  dalam satu garis waktu sinema tentu memicu rasa pesimis pada awalnya. Namun kepiawaian sutradara Ryusuke Hamaguchi mematahkan keraguan lewat esksekusinya yang apik. Bagi pembaca setia Murakami, ingatan Anda tentu teruji untuk mengenali dari judul mana saja adegan berasal. Foto diunduh dari situs resmi Festival Cannes. Drive My Car mengedepankan kisah menarik antara Yusuke Kafuku dan Misaki yang bekelindan dengan naskah teater “ Uncle Vanya ” karya Anton Chekov . Kafuku mengalami depresi usai kematian mendadak istrinya, Oto Kafuku .  Disinilah ce...

Earwig, Bukti Keseriusan Band Fiktif Ghibli

Gambar
Imajinasi dunia Ghibli adalah sihir magis bagi yang pernah menyaksikannya. Mereka membangun emosi dalam bingkai kepolosan animasi dua dimensi ( 2D ) yang lekat dengan anak-anak. Telah bertahan dengan jemari kreatif para animator sejak 1986, Studio Ghibli mencoba peruntungan melalui fully 3D CGI pertama mereka melalui film berjudul “ Earwig and The Witch ”. Sayang sekali, sebagian besar kritikus menganggap film ini keluar dari penjagaan roh pelindung Ghibli sebagaimana biasanya. Soundtrack Bervideo Movie Meskipun minim akan respon positif atas karya terbaru Goro Miyazaki ini, melewatkannya begitu saja dari daftar tayangan di Netflix juga tidak etis. Mengingat original soundtrack nya melibatkan penyanyi berkarakter asal Indonesia, Sherina Munaf . Bukan semata urusan lagu tema, Sherina adalah pengisi suara dalam tayangan versi Jepang atau seiyuu untuk karakter Ibu Earwig . Gambar diunduh dari website resmi Earwig and The Witch Penyebutan nama Earwig dalam versi Jepang adalah Ayat...

Shibakomo, Kolaborasi Twin Guitars Beda Generasi

Gambar
Mendengar nama duo gitaris  ShibaKomo ( 柴菰 ) saat ini mungkin terasa sedikit terlambat bagi sebagian orang. Namun bukankah sebuah karya seni termasuk instrumental tak pernah mengenal kedaluarsa? Ia abadi, melintasi sekat waktu dan selalu menemukan cara bergaung kembali di ruang dengar kita. Duo Gitaris asal Jepang Informasi mengenai keberadaan ShibaKomo pada awalnya terbilang cukup langka di permukaan. Untuk sekedar mendengarkan materi lagunya kita masih harus mengandalkan fitur pratinjau ( preview ) melalui berbagai platform digital music store .  Kondisi ini sempat memicu rasa penasaran hingga iseng melacak deretan surel lawas selama masih bekerja di stasiun radio dulu. Hasilnya ? Nihil. Tidak ada satupun kiriman sampler yang masuk atas nama mereka. Sebuah realitas yang mendadak melahirkan tawa kecil di batin saya. Apakah minimnya informasi ini terjadi karena eksklusivitas rilisan mereka atau karena status music director sudah lama saya tanggalkan?  Album Di Era Pan...

Berbagi Suami ala Oma-Oma Priyayi

Gambar
Perpaduan audio sinematik bergaya tujuh dekade silam memindahkan nuansa ' oma-oma priyayi ' ke ruang dengar kita.  Melalui " Berbagi Suami: Original Motion Picture Soundtrack ", kita terseret secara magis mengunjungi kehidupan nenek di masa lampau yang mayoritas rela dimadu. Sensasi ini bukan sekedar lahir dari karakter sound nya. Lebih dari itu, album rilisan Aksara Records pada 2006 ini berhasil menghidupkan konflik domestik perempuan yang terwariskan secara getir melalui aransemennya yang elegan. Dari Gesang Hingga Ismail Marzuki Meskipun didominasi music score , kita masih dapat merasakan keutuhan sejumlah komposisi lagu yang tersemat secara acak. Dari mendengar potongan intro , tak butuh waktu lama untuk mengenali judulnya.  " Bengawan Solo " dan " Sabda Alam " adalah mahakarya yang turut mengawal dan menyambut lahirnya Indonesia. Hingga kini keduanya masih kerap bergema hingga ke sudut-sudut becek perkampungan. Seolah menitipkan harapan m...

Menakar Rasa Peranakan The Little Nyonya

Gambar
Bagi penikmat period drama , " The Little Nyonya " (2020) hadir sebagai remake yang ambisius. Serial ini merupakan garapan ulang drama legendaris berjudul sama produksi Mediacorp Singapura pada 2008 silam. Mengingat versi teranyarnya digarap oleh rumah produksi Tiongkok, tidak heran terdengar aksen berbeda pada pelafalan " Nyonya " di sepanjang episode. Nyonya adalah sebutan bagi perempuan Malaka peranakan Tionghoa. Mereka meredam riuh gegap budaya akibat lahir bermil-mil dari akar bangsanya.  Serba Nyonya The Little Nyonya menyajikan visualisasi keanggunan tradisi Baba Nyonya. Di balik kebaya encim , sarung batik dan sandal mote yang dikenakan, mereka menyajikan warisan gastronomi yang menggugah selera.  Sebut saja kue ku, talam, dadar gulung hingga laksa. Bukti jalinan akulturasi Tiongkok dengan kekayaan cita rasa Semenanjung Melayu. Dan kedua versi drama menenun pernak-pernik tradisi itu secara apik.  Pergeseran produksi drama The Little Nyonya usai dua be...