Earwig, Bukti Keseriusan Band Fiktif Ghibli

Imajinasi dunia Ghibli adalah sihir magis bagi yang pernah menyaksikannya. Mereka membangun emosi dalam bingkai kepolosan animasi dua dimensi (2D) yang lekat dengan anak-anak.

Telah bertahan dengan jemari kreatif para animator sejak 1986, Studio Ghibli mencoba peruntungan melalui fully 3D CGI pertama mereka melalui film berjudul “Earwig and The Witch”. Sayang sekali, sebagian besar kritikus menganggap film ini keluar dari penjagaan roh pelindung Ghibli sebagaimana biasanya.

Soundtrack Bervideo Movie

Meskipun minim akan respon positif atas karya terbaru Goro Miyazaki ini, melewatkannya begitu saja dari daftar tayangan di Netflix juga tidak etis. Mengingat original soundtracknya melibatkan penyanyi berkarakter asal Indonesia, Sherina Munaf. Bukan semata urusan lagu tema, Sherina adalah pengisi suara dalam tayangan versi Jepang atau seiyuu untuk karakter Ibu Earwig.

Gambar diunduh dari website resmi Earwig and The Witch


Penyebutan nama Earwig dalam versi Jepang adalah Ayatsuru atau Aya. Ceritanya sendiri diadaptasi dari novel fantasi karangan penulis Inggris Diana Wynne Jones pada 2012 sebagai karya terakhirnya. Semoga akan ada kesempatan membacanya suatu saat nanti. "Earwig and The Witch" atau "Aya to Majo" berporos pada tokoh utama bocah perempuan yang diadopsi pasangan penyihir Mandrake dan Bella Yaga

Sampai disini, fantasi Ghibli mengalami degenerasi karena terbatas pada urusan mantra dan ramuan sihir. Beruntung, telinga kiri tidak melewatkan ada kemewahan aksesori glam rock Inggris dalam film. Namun kali ini bukan David Bowie atau Queen, melainkan Earwig Band.

Mengusung progressive rock Inggris periode 1970-an, Earwig Band membuka sensasi pengalaman baru pada indera dengar penikmat Ghibli. Setelah sebelumnya selalu dimanjakan dengan kelembutan dan kemegahan dominan karya Joe Hisaishi, kali ini giliran Satoshi Takebe menghadirkan distorsi gahar ditemani para ‘anak band’.

Sebagai salah satu komposer langganan Ghibli, Takebe dikenal akan permainan indah pianonya dalam "From Up on Poppy Hill" yang menghangatkan hati. Tapi imaj itu menguap saat melihatnya mengisi peran Mandrake selaku keyboardis Earwig Band. Secara kebetulan Mandrake adalah pria berpostur tinggi dan berkacamata tebal, serupa dengan perwujudan Takebe. Ditambah lagi identitas utama mereka adalah sama-sama musisi multi-instrumen yang jenius.


Band Fiktif Bentukan Ghibli

Kematangan Takebe selaku komposer suatu film tergambar jelas dari Album “Earwig and The Witch: Original Soundtrack”. Dalam durasi kurang dari 40 menit, ia membaginya dalam dua gaya. 

Pertama : music score untuk mood adegan sihir, misteri atau komedi khas Ghibli yang ia ramu sendiri. Sedangkan untuk menggambarkan band yang beranggotakan Mandrake, Bella Yaga dan Ibu Earwig, Takebe mengaransemen dua lagu dan satu instrumentalia.

Dalam formasi di belakang layar, Earwig Band terdiri dari Sherina Munaf (vo), Shishido Kavka (dr), Hiroki Kamemoto (gu) Kiyomune Takano (ba) dan tentu saja sang ada master yaitu Satoshi Takebe (ke).

"Don’t Disturb Me" menjadi lagu yang bolak-balik terdengar dalam film. Liriknya disusun oleh Goro Miyazaki dengan lirik yang powerfull. Raw distorsi Kamemoto meraung ditengah ritme ketukan Takano dan Kavka yang terjaga presisi. Mengimbangi alunan tuts Takebe yang terus bergerak. Dalam versi asli, suara sang vokalis diisi oleh Sherina Munaf. Sementara untuk penanyangan film di Inggris diambil alih Kacey Musgraves sekaligus menjadi pengisi suara Ibu Earwig.

Sebagai closing themeThe World is In My Hand” memadukan jazz blues dan funk yang segar dan manis. Satu kata untuk melodic bassline milik personel Mrs. Green Apple disini: candu. Jika diperhatikan seksama, lagu ini terdengar sangat "Petualangan Sherina". Untunglah riff gitaris asli GLIM SPANKY membuat mereka tetap bertahan di rel band bernama Earwig.

Keterlibatan beberapa musisi muda lintas genre membuat band fiktif Earwig panen pujian. Setelahnya tak berlebihan jika selain album khusus soundtrack, Earwig Band merilis "13 Lime Avenue". Menunjukkan bahwa Earwig Band bukan lagi sekedar band fiktif yang terdiri dari ayah, ibu angkat dan ibu kandung Ayatsuru.

Welcome Stage, Earwig !

“Earwig: 13 Lime Avenue” rilis akhir Januari 2022 di Jepang. Berisi sepuluh track yang dianggap memiliki energi Earwig. Nafas "13 Lime Avenue" lebih seperti projek kolaborasi. Selain keterlibatan 5 personel utama, album ini juga menggandeng bassist Yoasobi, Hikaru Yamamoto serta vokalis GLIM SPANKY, Remi Matsuo.

Dibuka oleh lagu kebangsaan “Don’t Disturb Me” sebagai penghubung track selanjutnya dengan para tokoh dalam film. Selanjutnya Takebe berkolaborasi secara khusus dengan Kavka. Disini drummer penyanyi ini menyumbangkan suaranya dalam “Sweet Little Boy John” sembari tetap mengisi track drumnya yang beraroma jazz. Aksinya terdengar kembali di track 8 lewat “Pie and Chips” yang beraroma tradisional Amerika.


Kolaborasi Takebe dengan Sherina kembali terjalin dalam lagu berjudul “He Has Long Ears” dan “Twelve Witches”. Vokal matang khas Sherina sangat terasa dalam He Has Long Ears berpadu dengan iringan yang lebih maskulin dibanding projek solonya.

Track lain menghadirkan Kamemoto dan vokalisnya yang bersuara serak unik, Remi Matsuo. Mereka membawakan “The House in Lime Avenue” dan “A Black Cat”. Nada yang melompat-lompat dalam ketukan powerfull mereka selalu tereksekusi dengan sexy.

Sementara nada yang terasa sangat J-Pop terdengar melalui kolaborasi Takebe dengan Hikaru Yamamoto. Meski piawai bernyanyi, bassist Yoasobi ini tak pernah unjuk suara di bandnya. Dan menariknya album ini mampu menampilkan suara dan permainan bass Hikaru dalam “One Brown Eye & One Blue Eye” serta “Belladonna” sebagai anthem untuk Bella Yaga.

Satu-satunya instrumentalia dalam album ini berjudul “On The Dirty Table” seolah menjadi penanda rehat dari 4 vokalis perempuan yang riuh menyuarakan kekuatannya sepanjang album. Meski tanpa vokal, Takebe benar-benar menggemakannya dengan lantang di track ini.


Komposisi Album

Album : “Earwig: 13 Lime Avenue
Artis : Earwig
Rilis : 26 Januari 2022

Tracklist
  1. Satoshi Takebe, Shisido Kavka, Kiyomune Takano, Hiroki Kamemoto, Sherina Munaf - Don't Disturb Me (3:43)
  2. Satoshi Takebe, Shishido Kavka - Sweet Little Boy John (3:30)
  3. Satoshi Takebe, Hikaru Yamamoto - One Brown Eye & One Blue Eye (3:50)
  4. Satoshi Takebe, Sherina Munaf - He Has Long Ears (3:42)
  5. Satoshi Takebe, Sherina Munaf - Twelve Witches (3:51)
  6. Remi Matsuo, Hiroki Kamemoto - The House in Lime Avenue (3:54)
  7. Satoshi Takebe - On The Dirty Table (2:56)
  8. Remi Matsuo, Hiroki Kamemoto - A Black Cat (3:38)
  9. Satoshi Takebe, Shishido Kavka - Pie and Chips (3:49)
  10. Satoshi Takebe, Hikaru Yamamoto - Belladonna (3:30)

Komentar

Popular

Menakar Rasa Peranakan The Little Nyonya

Shibakomo, Kolaborasi Twin Guitars Beda Generasi