Shibakomo, Kolaborasi Twin Guitars Beda Generasi
Mendengar nama duo gitaris ShibaKomo (柴菰) saat ini mungkin terasa sedikit terlambat bagi sebagian orang. Namun bukankah sebuah karya seni termasuk instrumental tak pernah mengenal kedaluarsa? Ia abadi, melintasi sekat waktu dan selalu menemukan cara bergaung kembali di ruang dengar kita.
Duo Gitaris asal Jepang
Informasi mengenai keberadaan ShibaKomo pada awalnya terbilang cukup langka di permukaan. Untuk sekedar mendengarkan materi lagunya kita masih harus mengandalkan fitur pratinjau (preview) melalui berbagai platform digital music store.
Kondisi ini sempat memicu rasa penasaran hingga iseng melacak deretan surel lawas selama masih bekerja di stasiun radio dulu. Hasilnya ? Nihil. Tidak ada satupun kiriman sampler yang masuk atas nama mereka.
Sebuah realitas yang mendadak melahirkan tawa kecil di batin saya. Apakah minimnya informasi ini terjadi karena eksklusivitas rilisan mereka atau karena status music director sudah lama saya tanggalkan?
Album Di Era Pandemi
Album perdana berjudul 「歌集 その壱」atau Song Book Vol.1 tampaknya sengaja dipersiapkan untuk pasar domestik Jepang pada April 2020 silam. Beruntung, di era digital saat ini, keindahan komposisinya ada dalam genggaman. Imbas pandemi COVID-19 mayoritas distribusi musik beralih dari rilisan fisik ke digital.
Meski projek duo ini terbilang baru, kedua gitaris dibaliknya tidak asing di pusaran industri musik Jepang. Keduanya kerap kedapatan satu panggung sebagai supporting musicians solois T.M. Revolution pada 2015 sampai 2019. Dikenal sebagai twin guitars, Shibasaki Hiroshi dan Komoguchi Yuya menjadikan panggung penyanyi bernama asli Takanori Nishikawa makin energik.
Duo gitaris lintas generasi ini tumbuh dengan cetakan gaya permainan yang bertolak belakang. Shibasaki memiliki akar rock melodic dan grunge khas gitaris era 90-an yang crunchy, sementara Komoguchi yang lebih muda telah memainkan banyak notasi rumit dengan kejernihan nada yang menenangkan.
Dalam album perdana "Song Book Vol.1", mereka meleburkan ego permainan mereka ke dalam balutan gitar yang saling mengisi. Keputusan struktural ini menjadi pembeda paling kontras dibandingkan dengan aksi riuh berdistorsi mengawal T.M. Revolution yang berapi-api.
Intimasi Akustik dan Elektrik
Terbentuk pertama kali pada musim gugur 2015, ShibaKomo menghadirkan perpaduan kualitas gitar akustik dan elektrik secara intim, seolah bermain di hadapan pendengarnya. Kita hanya perlu duduk tenang kali ini, membiarkan jalinan hybrid picking Komoguchi dan low end Shibasaki menyusup dengan sopan ke telinga.
Album berisi 10 track ini, dibuka dengan "Song For You" karya Shibasaki yang menyegarkan. Pengalamannya bertahun-tahun menghasilkan hits membuatnya mudah menyisipkan notasi clapping yang sing-along.
Momentum bergulir masuk ke dalam dua karya Komoguchi yang terdengar jauh lebih teknikal yakni "Better Together" dan "Namiato". Ia menyuguhkan jazz blues andalannya selaku alumnus Trix, band alter ego personel Casiopea. Beberapa bagian nada juga terasa mengingatkan kebersamaan mereka dalam penampilan langsung T.M. Revolution namun dalam versi minim distorsi.
Selepas terlempar ke dalam aliran yang segmented, Shibasaki dengan cerdas meramu nada rumit menjadi hook catchy melalui "Legato on Brick".
Sebelum membentuk duo, mereka telah lebih dulu memiliki beberapa karya instrumen andalan. "Distancia" melambungkan nama Komoguchi saat usianya 19 tahun. Sementara "Come Out of a Coma" milik Shibasaki cukup populer dalam daftar cover version. Dan album ini menghadirkan keduanya dalam versi ShibaKomo.
Melodi utama adalah santapan Shiba-san yang memang piawai menyusun melodi manis nan singable. Sementara Komo-kun membungkusnya dengan ritme dinamis harmoni jazz yang mewah.
Impresi visual manis selanjutnya terdengar dari komposisi berjudul "Let Me Know" yang membawa ke atmosfer modern chic. Perpaduan melodi manis khas Asia Timur dan nada rendah J-pop yang melodius.
Agar tak larut dalam fast dopamine dari track sebelumnya, pilihan cerdas jatuh pada "Your Place" yang mengalun lembut dengan senandung backing vocal berbahasa Inggris. Kedua ciptaan Komoguchi ini terdengar lebih adult contemporary dibanding lainnya.
Ritme di babak akhir album kembali naik lewat "RIPSTIK" ciptaan Shibasaki yang dinamis namun magis oleh petikan cepat Komoguchi. Dancable. Dan akhirnya ditutup dengan anggun oleh komposisi manis bertajuk "It's Not Yet".
Judul lagu penutup ini seolah sengaja diletakkan sebagai simbol bahwa petualangan musikal ShibaKomo belum benar-benar usai. Kita tentu layak menanti hadirnya Song Book Vol.2 di masa depan.
Mengingat album ini merupakan B-side keduanya ditengah aktivitas utama mereka, rasanya tidak berlebihan jika sebelum album kedua mereka lahir, semoga ada kesempatan yang membawa rilisan fisik ShibaKomo bisa benar-benar mendarat di meja koleksi Nyonya Derau.
Track List Album
Album : "Song Book Vol. 1"
Artist : ShibaKomo
Durasi : 45 menit 4 detik
Rilis : 2020
Tracklist
1: Song for You (4:58)
2: Better Together (3:27)
3: 波跡 (baca: Namiato) (4:40)
4: Legato on Brick (3:16)
5: Distancia (4:58)
6: Come Out Of A Coma (5:16)
7: Let Me Know (4:42)
8: Your Place (4:52)
9: RIPSTIK (4:11)
10: It's not yet (4:42)


Komentar
Posting Komentar